KLIPING
“PENINGGALAN MANUSIA PRASEJARAH”

DISUSUN
OLEH :
VII
– K
SMP NEGERI 2 BANJARAN
TAHUN AJARAN
2019 – 2020
Puji syukur kehadirat Allah S.W.T Yang Maha Esa
atas segala rahmat-NYA dan saya masih
diberi nikmat akal dan nikmat sehat sehingga makalah ini dapat tersusun hingga
selesai.Dan tak lupa Sholawat dan salam atas
junjungan Nabi besar Muhammad S.A.W yang telah membawa kita ke zaman yang
berilmu pengetahuan sehingga dapat tersusunlah makalah ini dengan usaha sebaik
mungkin.
Atas kerja keras menyusun makalah ini harapan Saya semoga
makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman serta bermanfaat dan
menginspirasi bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami
yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan
makalah ini.
Banjaran, Mei
2020
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Pendahuluan
Manusia
yang hidup pada zaman Praaksara sekarang sudah berubah menjadi fosil.Fosil manusia yang ditemukan di Indonesia dalam
perkembangan terdiri dari beberapa jenis.Penemuan - penemuan fosil ini banyak disumbang oleh Indonesia.
Hal ini dikarenakanIndonesia merupakan wilayah tropis dan mempunyai
iklim yang cocok dihuni manusia kalaitu. . Dilihat dari hasil penemuan di
Indonesia maka dapat dipastikan Indonesia mempunyaibanyak sejarah peradapan manusia mulai saat
manusia hidup. Dengan begitu ilmu sejarahakan terus berkembang sejalan dengan fosil-fosil
yang ditemukan. Hal ini diketahui darikedatangan para ahli dari Eropa pada abad ke-19, dimana
mereka tertarik untukmengadakan
penelitian tentang fosil manusia di Indonesia.
Itu
sebabnya makalah ini dibuatuntuk
mengetahui lebih jelas dan terperinci mengenai pengertian manusia purba yangditemukan di Indonesia serta kehidupannya pada
masa itu
BAB II
PEMBAHASAN
- Kapak Genggam
Kapak genggam diperkirakan
merupakan alat yang digunakan oleh manusia jenis Pithecanthropus untuk berburu.
Struktur dan bentuk alat ini masih sangat sederhana dan bagian yang tajam hanya
terdapat di satu sisi saja.
Kapak ini digunakan dengan
cara digenggam. Alat ini pernah ditemukan di Trunyan (Bali), Awangbangkal
(Kalimantan Selatan), dan Kalianda (Lampung).
- Alat Serpih
Alat ini digunakan oleh manusia
purba untuk menusuk, memotong dan melubangi kulit binatang. Alat ini terbuat
dari batu. Diperkirakan, alat ini merupakan serpihanserpihan dari batu yang
dibuat sebagai kapak genggam.
Alat ini pernah ditemukan di
Sangiran dan Gombong (Jawa Tengah), serta Cabbenge (Flores).
- Kapak Persegi
Kapak persegi merupakan alat
yang terbuat dari batu dan digunakan oleh manusia untuk mencangkul, memahat,
dan berburu. Alat ini terbuat dari batu berbentuk segi empat yang kedua sisinya
diasah halus. Pada salah satu sisi pangkal, ada bagian berlubang untuk tangkai.
Sementara pangkal lainnya adalah bagian yang tajam.
Alat ini banyak ditemukan di
berbagai tempat di Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, hingga
Sulawesi.
- Kapak Lonjong
Kapak lonjong merupakan kapak
yang bentuknya lonjong. Pangkal kapak tersebut lebar dan tajam, sedang ujungnya
runcing dan diikatkan pada gagang. Alat ini terbuat dari batu yang telah diasah
hingga halus.
Kapak lonjong pernah
ditemukan di Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
- Menhir
Menhir merupakan tugu batu
yang tinggi. Diperkirakan menhir digunakan sebagai tempat pemujaan oleh manusia
prasejarah.
- Dolmen
Dolmen adalah meja yang
terbuat dari batu, diperkirakan digunakan sebagai tempat menyimpan sesaji untuk
sesembahan manusia prasejarah.
- Sarkofagus
Sarkofagus adalah peti mati
yang terbuat dari batu.
h.
Arca
Arca adalah batu yang
dibentuk hingga menyerupai makhluk hidup tertentu.
i.
Bejana Perunggu
Bejana perunggu adalah benda
yang terbuat dari perunggu. Bentuknya mirip dengan gitar spanyol tanpa gagang.
Alat ini hanya ditemukan di dua tempat yaitu di Madura dan Sumatra.
j.
Kapak Corong
Kapak corong adalah kapak
yang terbuat dari perunggu dan bentuk bagian atas mirip dengan corong. Alat ini
pernah ditemukan di Jawa, Bali, Sulawesi, dan Papua.
Demikian pembahasan tentang
benda-benda peninggalan jaman prasejarah yang terdapat di Indonesia.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kemampuan
berpikir manusia untuk mempertahankan kehidupannya mulai berkembang. Mereka
tidak lagi berpindah-pindah tempat untuk mencari hewan-hewan buruan, tetapi
sebaliknya mereka mulai menetap dan mengolah tanah disekitarnya untuk ditanami
dengan berbagai jenis tanaman yang dapat mereka makan. Selain itu, mereka mulai
menjinakan hewan-hewan yang dapat membantu kebutuhan hidupnya seperti
kuda, kerbau, babi, sapi, anjing dan sebagiannya. Dari pola bercocok tanam ini
manusia sudah dapat menguasai alam lingkunagn serta isinya.
Terlepas dari
mana asal usul nenek moyang bangsa Indonesia dan kapan mereka mulai tinggal di
wilayah Indonesia, kita harus percaya bahwa nenek moyang bangsa Indonesia telah
ribuan tahun sebelum masehi telah hidup di wilayah Indonesia. Kehidupan mereka
mengalami perkembangan yang teratur seperti bangsa - bangsa di belahan dunia
lain.
Kehidupan sosial,
masyarakat semi nomaden setingkat lebih baik dari pada masyarakat nomaden.
Jumlah anggota kelompok semakin bertambah besar dan tidak hanya terbatas pada
keluarga tertentu. Kenyataan ini menunjukkan bahwa rasa kebersamaan di antara
mereka mulai dikembangkan. Rasa kebersamaan ini sangat penting dalam mengembangkan
kehidupan yang harmonis, tenang, aman, tentram, dan damai. Nilai - nilai
kehidupan, seperti gotong royong, saling membantu, saling mencintai sesama
manusia, saling menghargai dan menghormati telah berkembang pada masyarakat pra
aksara.
Setelah Disusunnya
Makalah ini dapat disimpulkan :
1.
Zaman pra aksara di Indonesia berdasarkan ciri kehidupan masyarakat, dibagi
dalam empat babak, yaitu masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat
sederhana, masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut, .masa bercocok
tanam, dan masa perundagian.
2.
Perubahan dari masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut ke masa
bercocok tanam, memakan waktu yang sangat panjang
- Saran
Setelah mempelajari kehidupan manusia praaksara dan
setelah Saya menyusun makalah ini Saya memberi saran :
1. Kita haru bersyukur karena kita tidak perlu bersusah susah keras lagi
untuk mencari makanan kini kita tinggal membeli apa yang kita inginkan
2. Kita mempunyai rumah jika ingin tinggal
3. masa kita sekarang adalah masa yang modren tentunya perlu disyukuri dan
dinikmati sesuai kebutuhan
4.
Jangan lupa bersyukur selalu









Tidak ada komentar:
Posting Komentar