KLIPING
KEKAYAAN
BANGSAKU

DISUSUN OLEH :
YESEN. N
V A
SD NEGERI ADETEX
2020-2021
KEKAYAAN BANGSAKU

Indonesia, adalah negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis
khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra
Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia
yang terdiri dari 17.508 pulau, dengan populasi lebih dari 258 juta jiwa pada
tahun 2016. Dengan jumlah penduduk yang tentunya lebih dari 258 juta jiwa dimana
mereka tersebar dipulau- pulau di Indonesia. Mereka juga mendiami dalam wilayah
dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai dari pegunungan, tepian hutan,
pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga perkotaan. Hal ini juga berkaitan
dengan tingkat peradaban kelompok-kelompok sukubangsa dan masyarakat di
Indonesia yang berbeda. Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar juga
mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga
menambah ragamnya jenis kebudayaan yang ada di Indonesia. Bisa dikatakan bahwa
Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat keaneragaman budaya atau
tingkat heterogenitasnya yang tinggi.
Keragaman budaya atau “cultural diversity” adalah kekayaan yang ada di
bumi Indonesia. Dengan keanekaragaman kebudayaannya Indonesia dapat dikatakan
mempunyai keunggulan dibandingkan dengan negara lainnya. Indonesia mempunyai
potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi. Sejarah membuktikan bahwa
kebudayaan di Indonesia mampu hidup secara berdampingan, saling mengisi, dan ataupun
berjalan secara paralel. Misalnya kebudayaan keraton atau kerajaan yang berdiri
sejalan secara paralel dengan kebudayaan berburu meramu kelompok masyarakat
tertentu. Dalam konteks masa kini dapat ditemui bagaimana kebudayaan masyarakat
urban dapat berjalan paralel dengan kebudayaan rural atau pedesaan, bahkan
dengan kebudayaan berburu meramu yang hidup jauh terpencil. Hubungan-hubungan
antar kebudayaan tersebut dapat berjalan terjalin dalam bingkai ”Bhinneka
Tunggal Ika” , dimana dapat dimaknai konteks keanekaragamannya bukan hanya
mengacu kepada keanekaragaman kelompok sukubangsa semata namun kepada konteks
kebudayaan.
KEKAYAAN BANGSAKU PADA ASPEK SUMBER DAYA
ALAM
1.
Hutan

Hutan
di wilayah Indonesia merupakan hutan terbesar ketiga di dunia. Luas hutan
Indonesia sekitar 99 juta hektar yang membentang dari Indonesia bagian barat
sampai bagian timur. Akan tetapi luas hutan tersebut semakin berkurang dari
waktu ke waktu. Padahal potensi hutan Indonesia sangat besar.
Tidak
hanya kayunya saja, namun semua makhluk yang mendiami hutan termasuk dalam
potensi sumber daya hutan. Keanekaragaman hayati yang berada di hutan
bermanfaat dan berperan penting dalam keseimbangan lingkungan hidup.
Hutan
bisa dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Beberapa jenis hutan Indonesia
adalah hutan lindung, hutan produksi dan hutan konservasi. Berikut pemanfaatan
masing- masing jenis hutan tersebut.
·
Hutan
lindung – Jenis
hutan ini merupakan kawasan hutan yang berfungsi sebagai pelindung sistem yang
menyangga kehidupan. Pemanfaatan
hutan lindung adalah sebagai pengatur ketersediaan air,
mencegah erosi tanah,
mencegah masuknya air laut ke daratan (banjir rob),
mencegah terjadinya bencana banjir dan menjaga kelestarian tanah. (baca : Cara
Melestarikan Tanah)
·
Hutan
produksi – Pemerintah
melalui BUMN dan juga pihak swasta mempunyai hak untuk mengelola hutan
produksi. Hak itu disebut dengan Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Hasil hutan
produksi dapat berupa kayu maupun non kayu. Beberapa pohon berkayu seperti
pohon jati, akasia, pinus, mahoni dan cendana dimanfaatkan kayu nya. Pohon-
pohon tersebut ditebang, kayu yang awalnya berbentuk bulat lalu diolah dan
dipotong- potong . Sementara hasil hutan non kayu dapat berwujud buah, madu,
getah, sutera, sagu dan lain sebagainya. (baca : Manfaat Hutan
Bagi Manusia)
·
Hutan
konservasi – Hutan
jenis ini dimanfaatkan sebagai tempat melestarikan keanekaragaman flora dan
fauna beserta ekosistemnya. Contoh dari hutan konservasi adalah cagar alam,
suaka marga satwa, dan taman nasional (baca : Pengertian
Taman Nasional.
2.
Laut

Indonesia
pernah dikenal sebagai negara maritim. Ini dikarenakan sebagian besar wilayah
Indonesia diliputi lautan dan samudera (baca
: Perbedaan
Laut dan Samudera). Lautan di wilayah Indonesia kaya akan berbagai
jenis ikan yang melimpah. Potensi ikan di laut Indonesia bisa menembus 6 juta
ton per tahun. Potensi tersebut menempati urutan keempat pada tahun 2009.
Kementrian
kelautan dan perikanan sebagai perwakilan negara talah melakukan berbagai upaya
untuk meningkatkan jumlah penangkapan ikan. Ikan- ikan hasil tangkapan kemudian
diolah menjadi berbagai produk, salah satunya adalah ikan kaleng. Ini sebagai
upaya peningkatkan industri perikanan di Indonesia. Tidak hanya ikan, potensi laut
Indonesia juga meliputi keragaman biota yang tinggal di dalamnya. Setidaknya
terdapat lebih dari 500 jenis rumput laut dan tak kurang dari 900 jenis terumbu
karang yang mempunyai potensi besar untuk kehidupan masyarakat Indonesia.
3.
Tanah
Tanah
berasal dari jenis- jenis batuan yang mengalami pelapukan. Semakin banyak batu
yang mengalami pelapukan maka semakin tebal tanah yang dihasilkan. Semakin
dalam lapisan tanah,
maka semakin tua pula umur tanah tersebut. Tanah di Indonesia bisa
dikelompokkan menjadi 3 menurut sifat batuan induknya.
·
Tanah
vulkanik – Tanah
ini terbentuk dari material hasil letusan gunung berapi. Tanah vulkanik jelas
lebih subur dari jenis tanah lainnya. Tanah yang subur tersebut sangat membantu
dalam bidang pertanian. Ini lah sebabnya kaki gunung menjadi daerah yang cocok
untuk bertani dan berkebun. (baca juga : Cara
Melestarikan Tanah)
·
Tanah
non- vulkanik – Nama
lain dari jenis tanah ini adalah tanah tersier yang mana tidak terbentuk dari
proses vulkanisme (baca : Pengertian
Vulkanisme. Tanah non- vulkanik banyak tersebar di daerah Kepulauan
Riang, Bangka dan daerah lain di Pulau Sumatera.
·
Tanah
organik – Sebutan
lain dari tanah organik yakni tanah humus atau tanah gambut. Tanah organik
berasal dari timbunan sisa- sisa tanaman dan banyak terdapat di rawa- rawa.
Tanah organik berwarna hitam dan banyak di jumpai di Merauke dan pesisir
Kalimantan.
3.
Hasil Tambang

Pertambangan
menjadi potensi sumber daya alam yang banyak dicari karena nilai ekonomisnya
yang tinggi. Tiga hasil tambang yang paling populer di Indonesia adalah minyak
bumi, gas alam dan batu bara. Ketiganya dijadikan sebagai sumber bahan bakar
dalam berbagai bidang.
- Potensi
sumber daya tambang yang pertama yakni minyak bumi. Potensi minyak bumi
terutama di Indonseia terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Indonesia
sudah melakukan impor minyak bumi guna memenuhi kebutuhan di dalam negri.
Pembangkit listik di Indonesia masih banyak yang menggunakan minyak bumi
sebagai bahan bakar.
- Potensi
tambang yang kedua adalah gas alam. Potensi gas alam di Indonesia masih sangat banyak.
Cadangan gas alam Indonesia sekitat 2.8 triliun meter kubik. Kondisi ini
menjadikan Indonesia sebagai negara pengekspor gas alam terbesar di dunia.
(baca : Cara
Pelestarian Gas Alam)
- Potensi
tambang yang ketiga yaitu batu bara. Negara Indonesia berada dalam urutan kelima yang
menghasilkan batu bara paling banyak di dunia. Batu bara juga dimanfaatkan
sebagai bahan bakar dalam sektor pembangkit listrik. Hanya saja
penggunaannya masih kalah populer dari minyak bumi. (baca juga : Kekurangan
dan Kelebihan Bahan Bakar Fosil)
KEKAYAAN BANGSAKU PADA ASPEK BUDAYA DAN
SOSIAL
Keberagaman bangsa Indonesia
dapat dibentuk oleh banyaknya jumlah suku bangsa yang tinggal di wilayah
Indonesia dan tersebar di berbagai pulau dan wilayah di penjuru indonesia.
Setiap suku bangsa memiliki ciri khas dan karakteristik sendiri pada aspek
sosial dan budaya. Menurut penelitian badan statistik auat BPS, yang di lakukan
tahun 2010, di Indonesia terdapat 1.128 suku bangsa.
Keberagaman yang ada pada
masyarakat bisa menjadi kekayaan bangsa Indonesia dan potensi bangsa. Namun,
keberagaman juga menjadi tantangan hal itu disebabkan karena orang yang
mempunyai perbedaan pendapat bisa lepas kendali. Munculnya perasaan kedaerahan
serta kesukuan yang berlebihan dan dibarengi tindakan yang dapat merusak
persatuan, hal tersebut dapat mengancam keutuhan NKRI. Karean itu adanya usaha untuk dapat mewujudkan kerukunan
bisa dilakukan dengan menggunakan dialog dan kerjasama dengan prinsip
kesetaraan, kebersamaan, toleransidan juga saling menghormati satu sama lain.

Adat istiadat, kesenian, kekerabatan, bahasa, dan bentuk fisik yang
dimiliki oleh suku-suku bangsa yang ada di Indonesia memang berbeda, namun
selain perbedaan suku-suku itu juga memiliki persamaan antara lain hukum, hak
milik tanah, persekutuan, dan kehidupan sosialnya yang berasaskan kekeluargaan.
Suku bangsa adalah golongan
manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan.
Orang-orang yang tergolong dalam satu suku bangsa tertentu, pastilah mempunyai
kesadaran dan identitas diri terhadap kebudayaan suku bangsanya, misalnya dalam
penggunaan bahasa daerah serta mencintai kesenian dan adat istiadat.
Suku-suku bangsa yang tersebar di Indonesia merupakan warisan
sejarah bangsa, persebaran suku bangsa dipengaruhi oleh factor geografis,
perdagangan laut, dan kedatangan para penjajah di Indonesia. perbedaan suku
bangsa satu dengan suku bangsa yang lain di suatu daerah dapat terlihat dari
ciri-ciri berikut ini.
a.
Tipe fisik, seperti warna kulit, rambut, dan lain-lain.
b.
Bahasa yang dipergunakan, misalnya Bahasa Batak, Bahasa Jawa, Bahasa Madura,
dan lain-lain.
c.
Adat istiadat, misalnya pakaian adat, upacara perkawinan, dan upacara kematian.
d.
Kesenian daerah, misalnya Tari Janger, Tari Serimpi, Tari Cakalele, dan Tari
Saudati.
e.
Kekerabatan, misalnya patrilineal(sistem keturunan menurut garis ayah) dan
matrilineal(sistem keturunan menurut garis ibu).
f.
Batasan fisik lingkungan, misalnya Badui dalam dan Badui luar.
Masyarakat Indonesia terdiri
atas bermacam-macam suku bangsa. Di Indonesia terdapat kurang lebih 300 suku bangsa. Setiap
suku bangsa hidup dalam kelompok masyarakat yang mempunyai kebudayaan
berbeda-beda satu sama lain. Jumlah suku bangsa di Indonesia ratusan jumlahnya.
Berikut ini contoh persebaran
suku bangsa di Indonesia.

1. Nanggroe Aceh Darussalam :
suku Aceh, suku Alas, suku Gayo, suku Kluet, suku Simelu, suku Singkil, suku
Tamiang, suku Ulu .
2. Sumatera Utara : suku Karo,
suku Nias, suku Simalungun, suku Mandailing, suku Dairi, suku Toba, suku
Melayu, suku PakPak, suku maya-maya
3. Sumatera Barat : suku
Minangkabau, suku Mentawai, suku Melayu, suku guci, suku jambak
4. Riau : Melayu, Siak, Rokan,
Kampar, Kuantum Akit, Talang Manuk, Bonai, Sakai, Anak Dalam, Hutan, Laut .
5. Kepulauan Riau : Melayu, laut
6. Bangka Belitung : Melayu
7. Jambi : Batin, Kerinci,
Penghulu, Pewdah, Melayu, Kubu, Bajau .
8. Sumatera Selatan : Palembang,
Melayu, Ogan, Pasemah, Komering, Ranau Kisam, Kubu, Rawas, Rejang, Lematang,
Koto, Agam
9. Bengkulu : Melayu, Rejang,
Lebong, Enggano, Sekah, Serawai, Pekal, Kaur, Lembak
10. Lampung : Lampung, Melayu,
Semendo, Pasemah, Rawas, Pubian, Sungkai, Sepucih
11. DKI Jakarta : Betawi
12. Banten : Jawa, Sunda, Badui
13. Jawa Barat : Sunda,
14. Jawa Tengah : Jawa, Karimun,
Samin, Kangean
15. D.I.Yogyakarta : Jawa
16. Jawa Timur : Jawa, Madura,
Tengger, Asing
17. Bali : Bali, Jawa, Madura
18. NTB : Bali, Sasak, Bima,
Sumbawa, Mbojo, Dompu, Tarlawi, Lombok
19. NTT : Alor, Solor, Rote,
Sawu, Sumba, Flores, Belu, Bima
20. Kalimantan Barat : Melayu,
Dayak (Iban Embaluh, Punan, Kayan, Kantuk, Embaloh, Bugan,Bukat), Manyuke
21. Kalimantan Tengah : Melayu,
Dayak (Medang, Basap, Tunjung, Bahau, Kenyah, Penihing, Benuaq), Banjar, Kutai,
Ngaju, Lawangan, Maayan, Murut, Kapuas
22. Kalimantan Timur : Melayu, Dayak(Bukupai, Lawangan, Dusun, Ngaju,
Maayan)
23. Kalimantan Selatan : Melayu,
Banjar, Dayak, Aba
24. Sulawesi Selatan : Bugis,
Makasar, Toraja, Mandar
25. Sulawesi Tenggara : Muna,
Buton,Totaja, Tolaki, Kabaena, Moronehe, Kulisusu, Wolio
26. SulawesiTengah : Kaili,
Tomini, Toli-Toli,Buol, Kulawi, Balantak, Banggai,Lore
27. Sulawesi Utara :
Bolaang-Mongondow, Minahasa, Sangir, Talaud, Siau, Bantik
28. Gorontalo : Gorontalo
29. Maluku : Ambon, Kei,
Tanimbar, Seram, Saparua, Aru, Kisar
30. Maluku Utara : Ternate,
Morotai, Sula, taliabu, Bacan, Galela
31. Papua Barat : Waigeo, Misool,
Salawati, Bintuni, Bacanca
32. Papua Tengah : Yapen, Biak,
Mamika, Numfoor
33. Papua Timur : Sentani, Asmat,
Dani, Senggi
3. Keanekaragaman Budaya
Bangsa di Indonesia

Bangsa Indonesia mempunyai
keanekaragaman budaya. Tiap daerah atau masyarakat mempunyai corak dan budaya
masing-masing yang memperlihatkan ciri khasnya. Hal ini bisa kita lihat dari
berbagai bentuk kegiatan sehari-hari, misalnya upacara ritual, pakaian adat,
bentuk rumah, kesenian, bahasa, dan tradisi lainnya. Contohnya adalah pemakaman
daerah Toraja, mayat tidak dikubur dalam tanah tetapi diletakkan dalam goa. Di
daerah Bali, mayat dibakar(ngaben).
Untuk mengetahui kebudayaan
daerah Indonesia dapat dilihat dari ciri-ciri tiap budaya daerah. Ciri khas
kebudayaan daerah terdiri atas bahasa, adat istiadat, sisem kekerabatan,
kesenian daerah dan ciri badaniah (fisik)
KEKAYAAN POLITIK DI INDONESIA

Indonesia adalah sebuah negara hukum yang
berbentuk kesatuan dengan pemerintahan berbentuk republik dan
sistem pemerintahan presidensial dengan sifat parlementer. Indonesia tidak menganut sistem
pemisahan kekuasaan melainkan pembagian kekuasaan. Walaupun mayoritas
penduduknya beragama Islam, Indonesia bukanlah sebuah negara Islam.
Eksekutif dipimpin oleh seorang presiden
yang merupakan kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Dalam menjalankan
tugasnya, presiden dibantu oleh seorang wakil presiden sebagai pembantu presiden
yang kedudukannya di atas para menteri dan juga sebagai pengawas presiden.
Kekuasaan legislatif dibagi di antara dua kamar di dalam Majelis Permusyawaratan Rakyat/MPR
yaitu Dewan Perwakilan Rakyat/DPR dan Dewan Perwakilan Daerah/DPD. Cabang
yudikatif terdiri dari Mahkamah Agung/MA yang dan sebuah Mahkamah Konstitusi/MK yang secara bersama-sama
memegang kekuasaan kehakiman. Kekuasaan Inspektif dikendalikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan yang
memiliki perwakilan di setiap provinsi dan kabupaten/kota di seluruh wilayah
Republik Indonesia.
Indonesia terdiri dari 34 provinsi yang
memiliki otonomi, 5 di antaranya memiliki status otonomi yang berbeda, terdiri
dari 3 Daerah Otonomi Khusus yaitu Aceh, Papua, dan Papua Barat;
1 Daerah Istimewa yaitu Yogyakarta;
dan 1 Daerah Khusus Ibu kota yaitu Jakarta.
Setiap provinsi dibagi-bagi lagi menjadi kota/kabupaten dan
setiap kota/kabupaten dibagi-bagi lagi menjadi kecamatan/distrik kemudian
dibagi lagi menjadi keluarahan/desa/nagari hingga
terakhir adalah rukun tetangga.
Pemilihan
Umum diselenggarakan setiap 5 tahun untuk memilih anggota DPR,
anggota DPD, dan anggota DPRD yang disebut pemilihan umum legislatif (Pileg)
dan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden atau yang disebut pemilihan umum
presiden (Pilpres). Pemilihan Umum di Indonesia menganut sistem multipartai.
Ada perbedaan yang besar antara sistem
politik Indonesia dan negara demokratis lainnya di dunia. Di antaranya adalah
adanya Majelis Permusyawaratan Rakyat yang merupakan ciri khas dari kearifan
lokal Indonesia, Mahkamah Konstitusi yang juga berwenang mengadili sengketa
hasil pemilihan umum, bentuk negara kesatuan yang menerapkan prinsip-prinsip
federalisme seperti adanya Dewan Perwakilan Daerah, dan sistem multipartai
berbatas di mana setiap partai yang mengikuti pemilihan umum harus memenuhi
ambang batas 2.5% untuk dapat menempatkan anggotanya di Dewan Perwakilan Rakyat
maupun di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah/DPRD
Kabupaten/Kota.
MAKANAN KHAS DI INDONESIA
Indonesia
adalah negara yang kaya akan ragam budayanya. Sebenarnya di Indonesia ada 34
provinsi. Bagi kalian yang belum tahu, provinsi yang paling baru adalah
Kalimanan Utara. Banyaknya provinsi di Indonesia tentunya membuat kebiasaan
masyarakatnya pun juga berbeda. Bahasa khas, pakaian khas, dan makanan khas
tiap provinsi berbeda.
1.Aceh

Terkenal
dengan Mie Acehnya. Mie kuning tebal dengan irisan daging disajikan dalam sup
sejenis kari yang gurih dan pedas. Makanan ini kaya bumbu dan nikmat abis!
2. Sumatera Utara

Makanan khas
di Sumatera Utara khususnya Medan adalah Bika Ambon. Bika Ambon ini enak
banget! Kadang juga dijual dengan rasa lain, seperti durian dan keju. Rasanya
manis dan lembut.
3. Sumatera Barat

Sumatera
Barat terkenal dengan makanan Padang yang berasal dari kota Padang. Makanan
yang banyak rempahnya ini mempunyai rasa yang kuat. Rendang adalah salah satu
masakan Padang yang menjadi favorit banyak orang Indonesia bahkan sampai luar
negeri.
4. Jambi

Gulai Ikan Patin adalah masakan yang
populer di masyarakat Jambi.Gulai ini dimasak dengan menggunakan tempoyak yaitu
daging buah durian yang telah difermentasi. Tetapi ada sebagian orang yang
memilih untuk mengganti tempoyak dengan santan kelapa untuk menghindari bau dan
rasa tempoyak yang cukup menyengat.
5. Riau

Gulai Belacan salah satu masakan khas
dari Riau, gulai ini dibuat dengan kuah campuran belacan atau terasi. Bahannya
biasanya memakai udang atau ikan.
6. Bangka Belitung

Mie atau Mi Bangka adalah salah satu dari
sekian banyak ciri khas masyarakat pulau bangka, terbuat dari mie basah
(kuning) biasa yang disiram dengan kuah berbumbu yang biasanya terbuah dari
ikan, udang, cumi, atau kepiting. dan seringkali ditambahi dengan toge atau
kecambah, mentimun atau timun, dan kerupuk, lezat bila dihidangkan waktu masih
panas, dan ditambahi rasa pedas dari cabe.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar